Polymer flooding adalah metode Enhanced Oil Recovery (EOR) yang sangat efektif. Namun, ia juga menghadirkan tantangan rekayasa yang unik. Fluida yang dihasilkan, yaitu air dengan kandungan polimer, memiliki karakteristik yang secara fundamental berbeda dari air biasa. Memahami perilaku fluida ini adalah kunci untuk merancang fasilitas produksi yang andal.
Sifat Reologi Non-Newtonian: Mengapa Berbeda?
Bayangkan sebuah kaleng cat kental. Saat diam, cat itu sangat pekat. Namun, ketika Anda mengaduk atau mengalirkannya, cat akan menjadi lebih encer dan mudah mengalir. Inilah yang disebut perilaku non-Newtonian atau shear-thinning.
Fluida dari polymer flooding memiliki sifat serupa. Viskositasnya tidak konstan, melainkan berubah tergantung pada laju aliran atau “gesekan” yang dialaminya. Di perpipaan dan pompa, di mana aliran cepat dan turbulensi tinggi (high shear), fluida menjadi lebih encer. Namun, di dalam separator, di mana aliran melambat, fluida kembali menjadi sangat kental.
Solusi Desain untuk Mengatasi Tantangan Viskositas
Peningkatan viskositas di dalam separator menjadi tantangan terbesar. Berdasarkan Hukum Stokes, fluida yang lebih kental akan sangat memperlambat proses pemisahan minyak dari air. Untuk mengatasi hal ini, sebuah separator tidak bisa dirancang secara konvensional. Dibutuhkan solusi rekayasa presisi yang dirancang secara khusus.
Peran Krusial Desain Weir
Komponen internal seperti weir memiliki peran yang sangat vital. Jika desainnya tidak optimal, weir dapat menciptakan turbulensi yang merusak kinerja pemisahan. Sebaliknya, weir yang dirancang khusus dapat mengendalikan level cairan dan mempertahankan kondisi aliran yang tenang dan stabil. Ini memastikan bahwa fluida memiliki waktu tinggal yang memadai agar tetesan minyak dapat naik dan memisah secara efektif, terlepas dari viskositasnya yang tinggi di dalam bejana.
Pentingnya Separator yang Dirancang Khusus
Solusi yang efektif untuk polymer flooding bukanlah unit yang seragam, melainkan separator yang dirancang secara cermat. Sebuah separator yang ideal harus memiliki volume yang memadai untuk mengkompensasi laju pemisahan yang lambat. Selain itu, komponen internalnya harus dioptimalkan untuk aliran berviskositas tinggi, mencegah “jalur pintas” (channeling) dan memastikan setiap bagian media pemisah berfungsi dengan maksimal.
Menangani air terproduksi dari proyek polymer flooding menuntut pemahaman mendalam tentang reologi non-Newtonian dan bagaimana dampaknya pada seluruh fasilitas. Keberhasilan proyek tidak hanya bergantung pada kinerja di reservoir, tetapi juga pada kemampuan fasilitas permukaan untuk menangani fluida yang kompleks ini.
Mengingat kondisi fluida yang unik dan menantang, CPI standar tidaklah memadai. Di sinilah peran penting dari peralatan seperti CPI Oil Separator yang dirancang secara kustom. Proses ini memastikan setiap detail, dari material hingga desain hidrolik, dioptimalkan untuk mengatasi tantangan spesifik seperti flashing dan korosi. Dengan CPI yang dibuat khusus, fasilitas produksi EOR termal akan menjadi lebih efisien,aman, dan memiliki umur pakai yang lebih panjang.
PT Aspros Binareka yang sudah berpengalaman selama lebih dari 30 tahun menyediakan produk CPI Oil Separator dengan standar API 421 yang bersifat customizable sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda.
Apabila tertarik atau memiliki pertanyaan terkait produk kami, silakan hubungi kami pada alamat email info@asprosbinareka.com atau melalui WhatsApp disini.