Oil Separator

CPI Oil Water Separator
CPI Oil Water Separator

Dalam operasional pengolahan limbah industri, Corrugated Plate Interceptor (CPI) Oil Separator dikenal sebagai “kuda beban” yang tangguh. Alat ini dapat bekerja 24 jam memisahkan minyak dari air dengan biaya energi yang minimal.

Namun, karena sifatnya yang pasif, CPI seringkali “dilupakan”. Banyak operator beranggapan bahwa selama air mengalir, alat masih bekerja dengan baik. Padahal, musuh terbesar efisiensi CPI sedang mengintai di dalam tangki: Clogging (Penyumbatan).

Penyumbatan pada media pack (susunan pelat) tidak terjadi dalam semalam. Ini adalah akumulasi dari lumpur, pasir, atau polimer lengket yang menempel pada pelat. Jika dibiarkan, clogging akan merusak aliran laminar, membuat minyak lolos ke outlet, dan akhirnya menyebabkan kegagalan baku mutu.

Bagaimana cara mendeteksinya sebelum terlambat? Berikut adalah 5 tanda fisik yang harus diwaspadai oleh tim operator Anda.

1. Kenaikan Level Air di Inlet (Head Loss Meningkat)

Tanda paling awal dan paling mudah dilihat adalah perubahan level air.

Secara desain, air limbah harus mengalir mulus melewati celah-celah pelat bergelombang. Ketika celah ini mulai tertutup lumpur atau kerak, hambatan aliran (resistance) akan meningkat. Akibat hukum fisika, air di sisi inlet (masuk) akan naik permukaannya untuk mendorong air melewati sumbatan tersebut.

Jika Anda melihat level air di chamber depan jauh lebih tinggi daripada biasanya, atau mendekati bibir tangki (overflow), itu adalah alarm keras bahwa pelat CPI Anda sudah mampet.

2. Aliran Outlet Terlihat "Turbulen" atau Tidak Merata

Coba perhatikan air yang keluar dari weir (bendung) di sisi outlet.

Pada kondisi prima, aliran air yang keluar dari CPI harus tenang dan merata sepanjang lebar weir. Namun, jika terjadi penyumbatan parsial (hanya sebagian pelat yang mampet), air akan mencari jalan termudah. Ini menyebabkan aliran menjadi kencang di satu titik tertentu (channeling) dan menciptakan turbulensi.

Turbulensi adalah musuh pemisahan minyak. Aliran yang deras ini akan mengaduk kembali minyak yang sudah terpisah, membuat air olahan kembali keruh.

3. Kualitas Air Outlet Menurun Drastis (Minyak Lolos)

Tanda ini biasanya baru disadari setelah hasil lab keluar atau inspeksi visual. Jika air olahan yang biasanya bening kini terlihat berkilau (ada lapisan minyak tipis) atau keruh, jangan buru-buru menyalahkan bahan kimia Anda.

Seringkali, masalahnya mekanis. Pelat yang tersumbat mengurangi “luas permukaan efektif” CPI. Artinya, CPI Anda yang tadinya didesain untuk kapasitas 50 m³/jam, kini mungkin hanya efektif bekerja untuk 20 m³/jam karena separuh pelatnya mati fungsi. Akibatnya, butiran minyak tidak punya cukup waktu/tempat untuk naik ke permukaan dan akhirnya terbawa keluar.

4. Muncul Bau Tidak Sedap (Kondisi Anaerobik)

CPI didesain untuk memisahkan minyak, bukan menumpuk lumpur organik. Namun, clogging sering disebabkan oleh tumpukan padatan tersuspensi (TSS) yang terjebak di sela-sela pelat.

Tumpukan lumpur yang tidak terbilas ini akan membusuk dan menciptakan kondisi anaerobik (minim oksigen), menghasilkan gas H2S (Hidrogen Sulfida) yang berbau seperti telur busuk. Jika area CPI Anda mulai berbau menyengat, kemungkinan besar ada tumpukan material organik yang membusuk di dalam plate pack.

5. Inspeksi Visual: Lapisan "Sludge" pada Permukaan Pelat

Jika memungkinkan, lakukan draining (pengurasan) parsial atau angkat satu blok media pack untuk inspeksi.

Raba permukaan pelatnya. Pelat CPI (biasanya berbahan FRP, PVC, atau Stainless Steel) seharusnya licin agar minyak mudah meluncur ke atas dan lumpur meluncur ke bawah. Jika permukaannya terasa kasar, berlendir tebal, atau tertutup kerak keras, maka efisiensi pemisahan sudah pasti drop drastis.

Solusi: Apa yang Harus Dilakukan?

Jika Anda menemukan tanda-tanda di atas, tindakan korektif harus segera diambil:

Lakukan Backwash atau Cleaning Manual

Untuk penyumbatan ringan (lumpur lunak), penyemprotan dengan air bertekanan (water jetting) seringkali cukup untuk merontokkan kotoran. Pastikan menyemprot dari arah yang berlawanan dengan aliran normal.

Penggantian Media Pack (Opsi Terakhir)

Ada kalanya pelat sudah terlalu tua, rapuh, atau tersumbat permanen (misalnya oleh polimer/cat yang mengeras) sehingga tidak bisa dibersihkan lagi. Memaksa membersihkan pelat yang rapuh justru akan memecahkannya.

Dengan pemeliharaan yang tepat, CPI Oil Separator akan tetap berfungsi secara maksimal, membantu industri dalam mengelola air limbah secara lebih efisien dan sesuai dengan standar lingkungan. 

 

PT Aspros Binareka yang sudah berpengalaman selama lebih dari 30 tahun menyediakan jasa Pemeliharaan untuk unit CPI Oil Separator dan komponen pendukungnya melingkupi inspeksi, perbaikan dan penggantian spare part jika diperlukan. 


Apabila tertarik atau memiliki pertanyaan terkait produk kami, silakan hubungi kami pada alamat email info@asprosbinareka.com atau melalui WhatsApp disini.